Gagal Lolos, CEO Rilis Pernyataan Prihal Skuad Navi TI8

Kesedihan sedang melanda skuad Navi TI8 setelah mereka dipastikan tidak lolos ke babak kualifikasi tertutup The International 8 wilayah CIS. Peristiwa ini menandakan bahwa mereka tidak dapat berlaga di ajang utama turnamen internasional TI8. Dengan gagalnya Navi ke TI8, menandakan tim e-Sports DotA 2 tersebut sudah dua tahun berturut-turut tidak mampu ke event utama The International.

Skuad Navi TI8

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=UfKyQUTJ7Tk[/embedyt]

Dengan berakhirnya kesempatan bertanding di ajang pamungkas games MOBA DotA 2, The International 8, nasib skuad Navi TI8 tidak menentu. Namun, berkat curhatan Danil “Dendi” Ishutin, CEO Navi akhirnya membuat pernyataan tentang keputusannya akan masa depan skuad Navi TI8.

Pernyataan CEO Navi

Setelah curhatan Danil “Dendi” Ishutin viral di Reddit, Yevhen “Harispilton” Zolotarov selaku CEO Navi langsung membuat pernyataan mengenai Navi secara keseluruhan, dan skuad Navi TI8 lewat video. Ada 3 poin penting yang dibahas, yakni pergantian LeBron, masa depan Navi, dan kondisi kedepannya dari skuad Navi TI8

Terkait pergantian LeBron sebelum kualifikasi TI8 Navi berakhir, Harispilton mengatakan bahwa pergantian tersebut merupakan kesalahan seluruh anggota tim dan juga dirinya dalam mengambil keputusan.

 “Berkaitan dengan LeBron, pergantian dirinya bukan lah karena dia tidak sesuai dengan tim atau pemain yang lemah. Meski ada kekurangan pada skill kontrol mikro, tetapi pergantian dirinya lebih berkaitan dengan keegoisan dirinya di dalam dan di luar permainan.

Dendi membahas masalah ini pada curhatannya di Twitter, dan memang betul bahwa dia tidak menyetujui pergantian LeBron. Bahkan, hanya dia yang menentangnya. Oleh karena mayoritas sepakat bahwa LeBron bermasalah dan harus diganti, maka saya mengikuti suara terbanyak. Namun, mereka yang mengambil suara untuk mengganti LeBron tidak melihat kekurangan mereka juga, yakni malas.

LeBron sudah diminta untuk diganti sebelum Epicenter XL dimulai. Namun, saya tetap bersikeras tidak ada pergantian sebelum ajang itu selesai. Saya percaya jika pertandingan melawan Newbee memiliki hasil yang berbeda, maka tidak ada pergantian. Kemudian, Navi akan mendapat hasil yang lebih baik pada kualifikasi TI8.

Tanggung jawab ada pada semua orang: pemain, pelatih, analis, dan manajer. Namun, karena saya yang mengambil keputuan, maka saya juga bertanggung jawab.

Pernyataan Harispilton Mendepak Lebron

Harispilton menyebutkan harapannya akan masa depan Navi di eSports DotA 2. Ia mengatakan ingin memulai tim DotA 2 Navi yang baru via dua opsi yang dipandangnya bagus.

Ada dua opsi untuk membentuk Navi yang baru. Opsi pertama dengan menentukan satu orang kapten yang kuat seperti yang dilakukan CEO Virtus.Pro, Sneg1. Ia merekrut Solo, dan membebaskannya untuk bermain dengan pemain yang diinginkannya. Opsi kedua, dengan merekrut seluruh tim langsung. Meski tanpa kapten yang kuat, tetapi distribusi dalam permainan jelas. Contohnya seperti Winstrike.

Pernyataan Harispilton tentang Navi DotA 2

Terakhir Harispilton membahas nasib skuad Navi TI8, baik pemain, pelatih, manajer, dan juga analis. Ia mengatakan akan membuat keputusan setelah Agustus 2018.

Seluruh skuad Navi TI8 akan dinonaktifkan hingga Agustus. Namun, manajemen tidak akan mengumumkan pembubaran tim DotA 2. Sebagian berpikir, kami ingin melakukan trik “era baru” dengan mengumumkan tim yang sama dua bulan kemudian. Namun, itu bukan tujuan kami.

Jika kami menggunakan opsi kapten yang kuat, maka sebagian dari anggota kami mungkin ada yang cocok dengan pilihan itu. Bila menggunakan opsi merekrut pemain berdasarkan peran yang jelas, maka sebagian pemain kami juga ada yang tinggal.

Sangat sulit untuk memprediksi siapa pemain yang akan keluar, tetapi saya akan memberikan opini saya. Ada kemungkinan yang sangat kecil lebih dari satu pemain akan bertahan di dalam tim, karena kami ada keinginan untuk memulai semuanya dari nol.

Pernyataan Harispilton tentang Masa Depan Skuad Navi TI8

Melihat pernyataan Harispilton itu, seperti yang sudah-sudah, nampaknya hanya Dendi yang akan bertahan sebagai pemain dari skuad Navi TI8. Untuk jabatan lainnya, belum jelas akan terjadi pergantian seperti apa. Kalau kamu penasaran, tunggu kelanjutan berita tentang Navi di Kabargames!

Rekap Hari Pertama Main Event TI8

Turnamen DotA 2 The International 2018 sudah masuk ke main event. Ada pun hari pertama main event TI8 sudah selesai digelar. Dari pertandingan yang sudah digelar itu, ada hasil pertandingan mengejutkan yang berasal dari upper bracket dan juga lower bracket. Ini dia ulasannya!

Ronde 2 Upper Bracket

Pertandingan pertama pada hari pertama main event TI8 ronde kedua upper bracket mampu membuat hati penggemar bergetar. Di tengah penggemar yang ramai, juara The International 2017 masuk ke ruangan pertandingan untuk mempertahankan gelarnya.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=epVDNczOvHU[/embedyt]

Team Liquid berhadapan dengan OpTic Gaming yang tidak gentar dengan kehadiran juara bertahan itu. Liquid yang berasal dari Eropa tetap mempertahankan keutuhan skuadnya sekitar lebih dari satu setengah tahun, yang termasuk sangat lama untuk ukuran team eSports.

Mereka bermain dengan sempurna satu sama lain, presisi, dan kombo, serta rotasi yang tepat waktu. Permainan Team Liquid selayaknya mesin yang diberikan oli bagus, performa bermain mereka mulus dan dapat diandalkan. Pengambilan terakhir hero Alchemist pada babak pertama Bo3 (Best of 3) membuat Team Liquid mampu meratakan OpTic Gaming dengan waktu kurang dari 30 menit. OpTic yang berasal dari Amerika Utara tak mampu menahan daya rusak Alchemist yang terlampau besar.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=Wgsh3grS0wc[/embedyt]

Pada babak kedua Bo3 keputusan pemilihan hero pada saat draft adalah seimbang. Namun, pada laga kedua Team Liquid menunjukkan kelas mereka sebagai juara bertahan yang mampu mengeksploitasi hero yang dipilih secara maksimal, dan mendominasi jalur. Eksekusi yang sangat bersih, dan permainan sempurna membuat Liquid memenangkan babak kedua yang membuat pertandingan berakhir dengan skor 2-0. Dengan begitu, Liquid dipaksa untuk turun ke Lower Bracket.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=YpWGTZm_6Ck[/embedyt]

Pertandingan kedua upper bracket menampilkan Virtus.Pro melawan PSG.LGD. Kegagahan Virtus.Pro di DotA 2 sirkuit musim 2017-2018 mampu membuat banyak tim ketakutan sebelum bertanding, tetapi tidak bagi PSG.LGD. Dengan gaya permainan yang tenang dan santai, PSG.LGD mampu mencuri babak pertama dari Virtus.Pro.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=dMVwQZcaXoA[/embedyt]

Meski tenang dan santai, PSG.LGD mampu menekan Virtus.Pro di keseluruhan peta pada waktu awal, sehingga mendominasi jalur. Virtus.Pro sempat memutarbalik keadaan dengan melakukan perlawanan yang keras, tetapi tidak berbuah hasil bagus karena PSG.LGD memutarbalik keadaan lagi. Pada babak kedua, permainan PSG.LGD lebih baik lagi, dan mampu membuat Virtus.Pro tidak melakukan perlawanan berarti. Skor berakhir dengan kemenangan untuk PSG.LGD dengan skor 2-0. Virtus.Pro sang pemuncak DotA 2 Sirkuit musim 2017-2018 dipaksa harus rela bermain di lower bracket.

Ronde 1 Lower Bracket

Seperti pada pertandingan upper bracket, dari empat pertandingan lower bracket yang dimainkan pada hari pertama main event TI8, terdapat 3 kejutan. Pertandingan pertama lower bracket merupakan salah satunya. Pertandingan ini merupakan duel antara Fnatic melawan Serenity. Dengan sistem Bo1 (best  of 1), Fnatic belum mampu menandingi kekompakan Serenity, sehingga harus kalah dan angkat koper.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=MvSM-1cfSrE[/embedyt]

Padahal, Fnatic membawa pemain dengan nama besar, seperti EternalEnvy, dan Universe, tak seperti Serenity yang pemainnya belum terkenal secara internasional. Namun, mereka tidak mampu berbuat banyak pada pertandingan di hari pertama main event The International 2018 ini. Alasannya karena timnya seringkali membuat kesalahan. Kemenangan Serenity ini membawa mereka bertemu OpTic Gaming pada ronde kedua lower Bracket.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=SLDJvkSQzl4[/embedyt]

Pertandingan kedua lower bracket yang menampilkan TNC melawan Mineski tidak ada kejutan. Pada pertandingan ini TNC yang memang kalah kelas dari Mineski dipaksa tunduk. Meski begitu, sepanjang waktu permainan, hampir selalu didominasi TNC via permainan ciamik Earth Spirit yang dimainkan TIMS, dan Tiny yang dimainkan Armel.

Mineski dipaksa menjadi pihak yang ditindas hampir sepanjang permainan, hingga tiba pada titik ketika TNC melakukan kesalahan fatal saat kedua tim bertarung di akhir waktu pertandingan. Nana yang memainkan Shadow Fiend mampu membalikkan keadaan via rune double damage yang diambil. Setelah kemenangan ini, Mineski dipertemukan Virtus.Pro pada ronde 2 Lower Bracket.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=48Ddf1QoEmM[/embedyt]

Kejutan pada ronde 1 lower bracket terjadi lagi pada pertandingan ketiga antara Newbee melawan Winstrike. Newbee yang diunggulkan karena mendapatkan undangan langsung ke The International 2018, harus rela angkat kaki dari turnamen internasional itu berkat permainan apik tim kualifikasi asal CIS, Winstrike. Dengan permainan agresif ala tim asal CIS, Newbee kewalahan dan tidak mampu melaju ke pertandingan selanjutnya.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=IrgI03Su6Co[/embedyt]

Pertandingan keempat lower bracket menampilkan kejutan juga seperti pada pertandingan pertama dan juga ketiga. Pada pertandingan ini, tim VGJ.Thunder yang mendapatkan undangan langsung ke The International 8 harus rela pulang dari kakaknya Vici Gaming yang hanya berstatus tim kualifikasi dari China. Kematangan permainan, strategi, dan draft dari para pemainnya diperlihatkan saat melawan VGJ.Thunder ini yang menjadikan Vici Gaming melangkah ke ronde 2.

Demikianlah berita eSports teranyar tentang rekap hari pertama main event TI8. Nantikan berita pertandingan mendatang dari turnamen games MOBA DotA 2 The International 2018 lainnya hanya di Kabargames.id!

Rekap Hari Ketiga Ajang Utama TI8 DotA 2

Hari ketiga ajang utama TI8 DotA 2 telah usai. OG dan PSG.LGD terus melangkah pada braket atas. Sedangkan perjalanan Winstrike, dan juga Vici Gaming harus berakhir setelah kalah dari VGJ.Storm dan Team Secret. Berikut ini adalah pembahasan hari ketiga ajang utama TI8 DotA 2.

Ronde 3 Braket Atas

OG dan PSG.LGD melanjutkan permainan ciamik mereka pada gelaran turnamen TI8 DotA 2 dan keduanya selangkah lagi akan berada di Grand Final saat mereka sudah melangkah ke babak final braket atas. OG dan PSG.LGD sekarang telah pasti berada di posisi empat besar dan berkesempatan ke grand final, tetapi hanya satu yang dapat langsung melanjutkan ke grand final via braket atas.

Sebelum memastikan tempat pada empat besar itu, PSG.LGD berhadapan langsung dengan Team Liquid. Banyak yang mengharapkan Team Liquid mempecundangi PSG.LGD. Namun, kebalikannya, dengan mudah PSG.LGD mampu merebut tempat di final braket via kemenangan 2: 0 atas petahana.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=1Wb84cN9ewo[/embedyt]

Pada pertandingan pertama pilihan Leshrac dan Gyrocopter oleh PSG.LGD mampu draft Phantom Lancer dan Necrophos dari Team Liquid. Dalam game kedua, PSG.LGD benar-benar mempecundangi Team Liquid via penampilan sempurna oleh Lu “Somnus 丶 M” Yao pada Bloodseeker dan Wang “Ame” Chunyu yang memainkan Phantom Lancer. Kemenangan PSG.LGD ini membuat Team Liquid haru berjuang via braket bawah agar bisa tampil di Grand Final TI8 DotA 2.

Kisah OG melangkah ke final braket atas tidak semulus PSG.LGD karena EG memberikan perlawanan yang luar biasa. OG harus memainkan game ketiga untuk memastikan langkah mereka ke final braket atas. Babak pertama dari kedua tim dimulai dengan seimbang sampai sekitar 20 menit. Setelahnya, OG akhirnya mampu merebut keunggulan, meskipun mereka hampir kehilangannya beberapa saat kemudian. Namun, OG bekerja keras sampai akhir untuk memastikan kemenangan pertama.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=9wnbmgreUCc[/embedyt]

Babak kedua dimulai dengan dominasi OG. Sekitar 20 menit, OG bisa sampai mendorong creep hingga barak EG. Namun, keadaan berbalik karena OG terlalu berani.  Momentum menuju kemenangan yang dimiliki tim Amerika Utara ini tak disia-siakan. Berkat penampilan luar biasa Syed Sumail “SumaiL” Hassan akhirnya EG memenangkan babak kedua.

OG tidak ingin turun ke braket bawah. Tim Eropa ini memaksa menang, hingga permainan berjalan sampai 40 menit. Namun, kekuatan OG belum cukup untuk memenangkan pertandingan, dan mereka terus membangun kekuatan serta menjaga momentum mereka untuk dapat menghancurkan Evil Geniuses. Ketika momentum kemenangan itu datang, OG memanfaatkannya dengan baik. OG menang pada babak ketiga untuk mengamankan tempat mereka di babak final braket atas.

Ronde 2 Braket Bawah

WinStrike dan Vici Gaming memulai acara utama TI8 DotA 2 dari braket braket bawah. Keduanya mampu menghindari eliminasi pada hari pertama, tetapi nasib baik tidak berpihak pada mereka di hari ketiga. Kedua tim akhirnya dieliminasi dari The International 2018 dengan berada pada posisi 9-12 dan berhak mendapatkan uang tunai sebesar $ 376.231 sebagai hadiah.

WinStrike merupakan rebranding dari tim FlyToMoon yang dibuat dari nol pada awal 2018. Anggota tim ini berjuang sangat keras dengan cara mereka agar bisa ke The International 2018. Pada TI8 DotA 2, WinStrike tentu saja datang ke turnamen eSports ini sebagai underdog, tetapi mereka tidak pernah kekurangan rasa percaya diri. Itu terlihat sangat jelas dari rekaman wawancara mereka sebelumnya bahwa mereka ada pada turnamen itu untuk menang. Namun, VGJ.Storm memupus harapan mereka.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=-mXm4MQD7vc[/embedyt]

VGJ.Storm membuktikan bahwa titel juara grup B yang disandang bukanlah kebetulan. Strategi push dari VGJ.Storm benar-benar mengalahkan WinStrike. Roman ‘Resolut1on’ Fomynok yang memainkan Drow Ranger tampil luar biasa dalam babak pertama dan kedua. Akhirnya, VGJ.Storm melesat ke ronde berikutnya.

Pada awal musim DotA 2 Sirkuit 2017-2018, Vici Gaming tampil perkasa dan akhirnya memenuhi syarat untuk melangkah ke The International 2018 via undangan langsung. Pada awal TI8 DotA 2, tim ini mengubah permainan. Namun, perubahan membuat Vici Gaming gagal berada di dalam kelompok braket atas. Mereka, akhirnya bertemu saudara mereka VGJ.Thunder pada hari pertama ajang utama The International 2018. VGJ.Thunder berhasil dilibas, dan VG akhirnya bertemu Team Secret pada hari ketiga. Namun, Team Secret masih terlalu kuat untuk VG pada The International 2018 ini.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=QxshvCVRHQY[/embedyt]

Kalah pada babak pertama, Team Secret mampu membuat perubahan yang diperlukan untuk mendominasi babak dua. Dalam babak ketiga, Vici Gaming memilih untuk mengandalkan kombo Oracle-Huskar. Namun, kombo itu tidak mampu berbuat banyak karena Team Secret mampu mempecundangi Huskar dengan sempurna. Akhirnya, babak ketiga pun dimenangi Team Secret.

Demikian lah berita eSports paling baru dari turnamen MOBA DotA 2 The International 2018. Nantikan kabar terbaru kejuaraan dari games ini hanya di Kabargames.id!

The International 2018 (TI8) Dota 2 Usai, OG Juara!

Turnamen The International Dota 2 tahun 2018 sudah selesai pada pagi hari ini. Sudah ada juara baru yang merengkuh Aegis pada TI8 ini. Lewat perjalanan yang fantastis untuk sampai ke kejuaraan The International 8, OG akhirnya menjadi juara setelah mengalahkan PSG.LGD di grand final. Sebelum grand final itu terjadi, PSG.LGD harus melawan Evil Geniuses terlebih dahulu di final braket bawah.

Evil Genius sedang mengejar gelar kedua dari turnamen DotA 2 The International, sedangkan PSG.LGD bertujuan untuk mengambil gelar yang pertama. Kedua tim saling berhadapan setelah menampilkan beberapa drama memukau dan pertunjukan spektakuler pada kejuaraan DotA 2 The International 2018. Pada akhirnya, setelah bertanding, LGD menang dan bertahan lebih lama dalam turnamen eSports ini.

Final Braket Bawah TI8

PSG.LGD DotA 2 The International 2018

Evil Geniuses angkat koper dan harus puas di tempat ketiga. Mereka membawa pulang hadiah $ 2,669,646. PSG.LGD kembali menantang OG pada grand final untuk mendapatkan Aegis.

Babak pertama dari final braket bawah dimulai dengan sangat agresif. Pertumpahan darah sejak dini terlihat hampir di seluruh peta untuk kedua tim. PSG.LGD mendominasi permainan dan cukup percaya diri dalam pengaturan tekanan tempo yang tinggi. Namun, ketika masuk menit 37, Evil Geniuses menyapu bersih skuad LGD dan memimpin permainan untuk membawa momentum yang menguntungkan untuk mereka.

Sayangnya, EG tidak dapat sepenuhnya memanfaatkan momen yang mereka dapat itu dan tidak dapat menutup permainan dengan  cukup cepat. LGD mendapatkan kembali ketenangan mereka dan memimpin permainan lagi dengan cara yang meyakinkan. Dalam waktu lebih dari 40 menit mereka menutup babak pertama, sehingga satu langkah kaki mereka sudah ada pada grand final The International 8.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=j2VH302VeFw[/embedyt]

Babak kedua final braket bawah DotA 2 The International 2018 dimulai dengan aksi di seluruh peta lagi. Terjadi pergerakan rotasi dan pembunuhan hero dengan cepat dari kedua sisi. Evil Genius, kali ini, yang melakukan tekanan sejak awal. Mereka mendorong creep ke markas LGD sejak awal. Di ambang eliminasi, tim Amerika Utara itu tak ingin menyerah. Mereka melakukan yang terbaik untuk menjaga asa, tetapi mereka mulai kehilangan kendali mereka dan akhirnya LGD mengambil dua barak bawah dan memenangkan babak kedua untuk selanjutnya melaju ke grand final melawan OG.

Grand Final TI8

OG DotA 2 The International 2018

OG telah memenangkan The International 8, turnamen MOBA Dota 2 terbesar di dunia, setelah bertanding dengan melelahkan selama dua minggu. Skuad Eropa membawa pulang lebih dari $ 11.2 juta dari total hadiah sejumlah $ 25.4 juta, sedangkan PSG.LGD, yang berasal dari China mendapatkan $ 4 juta karena meraih posisi kedua.

OG datang ke turnamen TI8 dengan spektakuler menjelang acara ini. Mereka menjalani musim yang berbatu pada Sirkuit Pro DotA 2 2017-2018, sampai-sampai tiga dari lima anggotanya harus digantikan. Tim ini kehilangan Tal “Fly” Aizik dan, Gustav “s4” Magnusson yang pindah ke Evil Geniuses, serta Roman “Resolut1on” Fominok yang pindah ke VGJ.Storm.

OG menjadi tim pertama yang memenangkan DotA 2 The International 2018 melalui Kualifikasi Braket Terbuka. Mereka menjadi tim pertama yang menghancurkan takhayul kemenangan kutukan “Barat-Timur”. Takhayul yang menyatakan bahwa tim China yang akan menang setelah, tim barat yang memenangkan episode The International sebelumnya.

Skuad OG yang menjadi pemenang DotA 2 The International 2018 terdiri dari campuran pemain veteran yang terkenal dan juga pendatang baru. Pemain veteran mereka adalah Jesse “JerAx” Vainikka, Johan “N0tail” Sundstein, mantan stand-in Sébastien “7mad” Debs, atau “Cebs”, dan legenda muda Anathan “Ana” Pham. Ada pun pendatang baru adalah Topias “Topson” Taavitsainen, yang baru bermain pro pada turnamen DotA 2 The International 2018 dan menang.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=wF6Wj-Qq5f8[/embedyt]

Grand final adalah pertandingan yang sulit untuk kedua tim, karena itu adalah puncak dari sebuah acara yang penuh dengan permainan panjang, draft yang unik dan pertarungan tim yang intens. Babak kesatu OG menang lewat pemilihan hero yang unik, Treant Protector, yang dimanfaatkan dengan maksimal untuk melindungi markas dari tekanan musuh.

PSG.LGD kemudian memilih Kunkka yang dimainkan dengan luar biasa dan dipilih sebagai counter Io yang dimainkan OG. Tim China ini memenangkan babak kedua dengan banyak membunuh. Pada babak ketiga, PSG.LGD kembali memenangkan permainan lewat pilihan hero yang tepat, yakni Alchemist dan Brewmaster. OG, kemudian, memenangkan babak kempat lewat permainan Axe yang brilian, sehingga kedua tim harus menjalani babak kelima yang menentukan.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=eLxa8k_rdwg[/embedyt]

Pada babak kelima, Topias “Topson” Taavitsainen memainkan Zeus dengan brilian, sedangkan Anathan “Ana” Pham yang bermain di tengah menggunakan Ember Spirit menggila. OG memenangkan babak kelima untuk akhirnya menjadi juara The International 2018. Kemenangan OG pada grand final DotA 2 The International 2018, tentu saja mengecewakan banyak orang mengingat PSG.LGD adalah favorit juara TI8.

Kedua tim menghabiskan sebagian besar perjalanan mereka di braket atas sebelum mereka berhadapan untuk pertama kalinya di final braket atas. OG menang 2-0 atas PSG.LGD yang membuat tim China tersebut harus bertanding di final braket bawah agar dapat bertanding lagi di grand final melawan OG kembali.

Proudly powered by WordPress | Theme: Looks Blog by Crimson Themes.