Eye in the Sky, Game VR Puzzle Asymmetrical di Steam

Setelah melalui masa Early Access di Steam, pada tanggal 6 Desember 2017, Vinlia Games selaku developer sekaligus publisher games merilis Eye in the Sky. Games Vinlia Games ini dirilis secara penuh di Steam dengan banderol harga 89.999. Untuk download, dapat melalui tautan ke laman Steam Vinlia Games ini.

Games Steam ini didukung penuh bahasa Inggris. Bersamaan dengan perilisan games yang berisikan konten strategi, kasual, VR, dan Puzzle ini terdapat update patch, yakni Patch v1.0. Langsung saja kita simak, inilah review game Eye in the Sky VR puzzle Asymmetrical terbaru dari Steam!

Review Eye in the Sky VR

Game Virtual Reality Eye in the Sky

Eye in the Sky adalah escape room co-op asimetris untuk VR. Dalam games virtual reality ini, para pemain akan ditantang secara perspektif dan komunikasi bersama dengan teman. Pemain akan dibawa melintasi sebuah dunia robot setelah peristiwa apokaliptik. Di sana, para pemain diharapkan saling membantu memecahkan teka-teki yang sudah tersedia.

Pemain VR dalam games ini akan mengambil bentuk “Eye”. Mereka akan berinteraksi dengan benda-benda di dunia melalui pandangan yang berasal dari mata burung. Kemudian, Eye harus membimbing “Light” dalam rangka menemukan potongan- teka-teki yang harus diselesaikan.

Pemain PC akan menjadi “Light” yang merupakan sebuah robot kecil, yang bisa Anda hiraukan tetapi penting bagi “Eye”. Light dapat pergi ke celah di dunia di mana Eye tidak dapat menjangkaunya. Light dapat mengumpulkan informasi, membimbing Eye ke area tersembunyi serta mengumpulkan bagian penting dari masing-masing teka-teki.

Fitur Eye in the Sky VR

Eye in the Sky VR

Fitur Ruang VR dimanfaatkan secara penuh di games ini karena pada setiap tingkatan dari game ini dibuat sesuai ukuran 2 m x 2 m. Game virtual reality ini harus dimainkan dengan 2 cara dikarenakan peran yang harus diambil. Cara memainkannya adalah menggunakan gadget VR untuk memainkan Eye, dan menggunakan platform games PC untuk memainkan Light.

Gadget VR yang dapat memainkan game komputer ini adalah HTC VIVE dan juga Oculus Rift +Touch. Kompleksitas gameplay diterapkan menjadi semakin berat ketika pemain dapat melangkah semakin jauh dalam menjelajah games escape room ini.

Spesifikasi Rekomendasi PC

Spesifikasi Rekomendasi PC

Spesifikasi Minimum PC

  • Sistem operasi: Windows 8.1
  • RAM: 8 GB
  • Prosesor: Intel Core i5 2500K
  • Penyimpanan: 4900 MB
  • Kartu grafis: GTX 970 atau AMD RX 480

Spesifikasi Rekomendasi PC

  • Sistem operasi: Windows 10
  • Prosesor: AMD Ryzen 7 1700 dan atau Intel Core i7 4770k
  • RAM: 16 GB
  • Kartu grafis: GTX 1070
  • Penyimpanan: lebih dari 4900 MB

Catatan Patch V1.0 Eye in the Sky

Dunia VR Eye in the Sky

Pada patch ini, gadget VR Oculus Rift + touch ditambahkan ke dalam games agar dapat memperbanyak kuantitas pemain games VR ini.

Peningkatan Umum diimplementasikan, seperti:

Menghilangkan disclaimer, peningkatan jangkauan Eye, cerita pendek yang diterapkan untuk membuat suasana games menjadi lebih hidup, tombol yang dapat berinteraksi dengan cubes dari jarak yang lebih jauh agar pemain Eye dapat menjaga cubes, peningkatan akses beberapa teka-teki untuk pemain Eye, dan peningkatan minor di segala level.

Perubahan pada level terjadi, yakni pada level:

  • Tutorial
  • Junkyard_1
  • Junkyard_2
  • Junkyard_3
  • Junkyard_4
  • Junkyard_5
  • Sewers_2
  • Sewers_3
  • Sewers_4
  • Inner City_1

Perbaikan pada masalah dalam game, seperti:

Menu yang sekarang ini akan selalu load, penghargaan Legacy SP dihilangkan, LevelLoader berfungsi dengan baik, dan perbaikan delay ketika berinteraksi dengan cranks.

Eye in the Sky Launch Trailer

Terlihat seru yah game Eye in the Sky VR ini, Kamu tertarik? Jangan lupa berikan review dengan cara komen di bawah artikel ini agar sobat gamers lainnya dapat membandingkan pengalaman bermain nya yah!

8 Fakta No Man’s Sky yang Tidak Ada di Game Lain

Permainan No Man’s Sky adalah jenis game FPS (First Person Shooter) yang mengisahkan seorang pengelana lintas galaksi yang tujuan utamanya adalah menemukan inti alam semesta. Agar lebih seru, sang kreator yang juga pendiri Hello Games memasukkan sejumlah unsur survival dalam game No Man’s Sky selain fakta menarik lainnya. Hal ini menunjukan jika No Man’s Sky adalah game simulasi layaknya ‘Sim City’, ‘Civilization’, atau ‘The Sims’.

Game No Man’s Sky menjadi salah satu judul game eksplorasi paling ditunggu setelah Skyrim (2011), Grand Theft Auto V (2013), dan Fallout 4 (2015). Saking ambisiusnya, Sean Murray dan Grant Duncan mengkombinasikan standard game-play tiga permainan terpopuler itu ke dalam No Man’s Sky yang dibuatnya. Sebelum penjelasan lebih lanjut, mari kita lihat terlebih dahulu trailernya.

No Man’s Sky Gameplay Trailer

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=nLtmEjqzg7M[/embedyt]

Seperti GTA V, game No Man’s Sky punya wanted system yang bisa membuat karaktermu dikejar polisi (sentinel) jika berbuat kriminal. Selanjutnya, di game tersebut ada sejumlah faksi yang saling bertempur. Kamu bisa memilih salah satu dan membelanya untuk memenangkan pertempuran, seperti di Skyrim dan Fallout 4.

Game No Man’s Sky dirilis untuk PS4 pada 9 Agustus 2016 di Amerika Utara. Dan ke’esokan harinya, giliran PS4 Uni Eropa yang akan merilis game terbesar dalam sejarah ini. Sementara itu, para pengguna Windows juga bisa memainkanya karena sudah rilis pada 12 Agustus. Namun, seperti yang di beritakan dari anggota Hello Games bernama Alex yang tersebar di forum PlayStation 4 yang memberikan bocoran seputar permainan ini. Seperti apa fakta game No Man’s Sky itu? Simak penjelasan berikut ini.

Ada 18 Juta Triliun Planet

No Man’s Sky'

Jumlah planet di game ini lebih tepatnya ada 18.446.744.073.709.551.616. Alex bilang kamu butuh 585 miliar tahun untuk mengunjungi semua planet, itupun jika kunjungan kamu berlangsung satu detik di tiap planet. Selain itu, masing-masing planet mempunyai karakteristik unik. Tim Hello Games tidak menyimpan data planet itu di hard disk PS4 atau PC kamu. Yang tersimpan di sana adalah rumus matematika. Rumus itu berguna untuk membangun tempat di universe ‘No Man’s Sky’ secara instan begitu dikunjungi.

Kebanyakan Planet Tak Berpenghuni

No Man’s Sky'

Seperti di sistem tata surya Matahari, tata surya lain di game No Man’s Sky kebanyakan berisi planet-planet tak berpenghuni. Paling-paling ada satu atau dua planet yang berpenghuni di sistem tata surya asing. Meski begitu, tiap planet punya sumber daya yang bisa diambil untuk melanjutkan perjalanan antariksa.

Memiliki Ekosistem digital

Sekalinya ada planet berpenghuni, kebanyakan penghuninya merupakan hewan alien. Mereka punya rutinitas dan saling berburu layaknya hewan di dunia nyata. Hewan-hewan alien ini pun bisa menyerang pemain. Sayangnya, pemain yang membunuh hewan alien ini bisa dikejar polisi karena merusak keseimbangan alam planet tersebut. Kurang lebih sama seperti di bumi aja guys.

Memiliki Sistem Ekonomi Sendiri

‘No Man’s Sky’ mempunyai sistem ekonomi sendiri pula, tiap planet berpenghuni memiliki sistem ekonomi masing-masing dengan supply dan demand berbeda. Akibatnya, harga barang di tiap planet jadi berbeda-beda. Selain itu, setiap planet bisa mengirimkan konvoi pesawat dagang ke planet lain. Di tengah jalan, konvoi tersebut bisa diserang oleh pembajak-pembajak antariksa. Seru kan?

Mempunya Bot Pendeteksi Bug

Biasanya, developer game mengandalkan kejelian tim atau keluhan konsumen untuk menemukan sebuah bugs, kemudian memperbaikinya. Berhubung universe di game ini luas banget, Hello Games butuh cara lain buat mendeteksi bugs yang bisa saja muncul. Karena itu, mereka membuat sebuah bots yang kerjanya mengeksplorasi galaksi di game itu demi menemukan kesalahan-kesalahan. Laporannya akan diterima otomatis dan bisa langsung diperbaiki tim. Namun, bots itu pun perlu waktu 585 miliar tahun untuk mengeksplorasi seluruh alam semesta buatannya.

Memiliki Planet Bebas Hukum

Tidak semua tempat di universe game ini memiliki Sentinel. Di tempat-tempat seperti itu, setiap orang bebas menjalankan ‘hukum rimba.’ Dengan kata lain, kamu bisa memanfaatkan situasi untuk menambang habis-habisan sumber daya di planet itu jika kamu tega hehe.

Tidak Ada Cerita Utama

Karena banyaknya dunia yang bisa dikunjungi, Hello Games memutuskan jika di game ini tidak ada story line utama yang perlu diikuti. Tugas tiap pemain dari awal adalah menemukan inti bumi. Agar mencapai misi itu, mereka perlu singgah di tiap-tiap planet untuk mengumpulkan informasi, perlengkapan perjalanan, atau sekadar mengisi bahan bakar pesawat. Tentu saja, tiap planet memiliki story line tersendiri.

Bisa Menjadi Penemu Spesies Asing

Berhubung ini merupakan game simulasi antariksa, kamu akan menemukan banyak makhluk luar angkasa entah itu manusia, hewan, atau tumbuhan alien. Jika kamu yang pertama kali menemukan spesies asing tersebut, kamu berhak memberi nama spesiesnya sesuai dengan keinginanmu.

Karena game ini online, maka akan ada pemain lain yang menemukan spesies serupa. Jika spesies itu sudah kamu beri nama, namanya akan digunakan oleh pemain-pemain lain. Lumayan kan, siapa tahu kamu bisa menjadi The next Charles Darwin-nya game ‘No Man’s Sky’.

Well, berdasarkan delapan fakta itu bisa disimpulkan jika ‘No Man’s Sky’ merupakan game paling niat yang dibuat di tahun 2016. Sejauh ini, respon publik sangat baik soal kemunculan game itu. Admin sih cuma mau bilang kalo kamu yang main game ini jangan sampai lupa sama dunia nyata tempat kamu hidup sehari-hari haha.

Proudly powered by WordPress | Theme: Looks Blog by Crimson Themes.