11 Alasan Mengapa Kamu Harus Berhenti Bermain Dota 2

Pada jaman dahulu atau bahkan sampai dengan sekarang, banyak warnet yang penuh dengan orang-orang yang bermain Defense of the Ancients, atau lebih dikenal sebagai DotA 2 sekarang ini. Kali ini Kabar Games akan membahas sisi gelap dan memberikan alasan yang masuk akal mengapa Kamu harus berhenti bermain DotA 2.

Satu hal yang pasti adalah bahwa salah satu game online terpopuler DotA 2 ini sangat sangat membuat ketagihan para pemainnya, baik itu anak anak, remaja dan bahkan orang dewasa sekalipun. Berikut beberapa alasan mengapa kamu harus berhenti bermain DotA 2 sekarang juga.

Meracuni Orang Lain

Pecandu DotA selalu mencari cara untuk mengajak orang lain agar bermain bersama mereka. Jika kamu pernah bertemu orang semacam itu, salah satu hal pertama yang akan mereka tanyakan adalah apakah kamu bermain juga. Jika kebetulan kamu tidak memainkannya, mereka akan mencoba meyakinkan kamu untuk bermain.

Percobaan pertama gratis tentu saja dan kamu mulai menjadi pemain biasa. Dari bermain dengan santai, kamu mulai menjadi tergantung dan semakin sulit untuk menolak undangan dari pecandu lain untuk bermain. Sebelum kamu menyadarinya, kamu telah menuju ke lingkaran setan dan kamu menjadi pecandu DotA juga.

Clan di Atas Segalanya

Di dunia DotA, pemain membentuk grup yang disebut ‘clan’. Jangan biarkan kata “Clan” yang berasal dari Skotlandia-Gaelik yang berarti ‘keluarga’ itu membodohi kamu, karena persaingan clan Dota 2 dapat berubah menjadi permusuhan dengan sangat cepat. Penelitian yang sangat canggih dan ilmiah menunjukkan bahwa 1 dari 3 perkelahian memalukan disebabkan oleh kekerasan clan.

Uang Hanya untuk Dota

Saat ini, harga internet sudah mulai mahal. Kedengarannya tidak terlalu buruk sampai kamu bermain 12 jam setiap hari dan kamu membayar tagihan yang cukup besar. Banyak penelitian ilmiah telah menunjukkan bahwa mahasiswa membagi keuangan mereka menjadi: 8% untuk makanan, 5% untuk perjalanan, 2% untuk perlengkapan sekolah, dan 85% untuk bermain DotA 2. Setelah 85% habis, tidak ada yang tahu apa yang akan dilakukan pecandu DotA untuk mendapatkan uang tambahan.

Perubahan Fisik & Kesehatan

Jika kamu secara pribadi kenal dengan pemain DotA 2, ada beberapa tanda-tanda fisik yang harus diwaspadai yang akan menunjukkan bahwa ia telah kecanduan DotA. Bermain DotA untuk periode waktu yang berlebihan dapat menyebabkan beberapa hal berikut ini:

  • Mata merah akibat pola tidur yang terganggu
  • Bau badan karena penurunan kebiasaan perawatan dan mandi
  • Berat badan berkurang karena lupa makan akibat bermain
  • Berat badan meningkat karena makanan tidak sehat dan kurang olahraga
  • Memakai pakaian yang sama selama beberapa hari berturut-turut (mungkin kaos terkait DotA)

Mengabaikan Tanggung Jawab

DotA juga dapat dengan mudah menggantikan prioritas hidup kamu. Pecandu DotA akan menghilang selama berhari-hari karena mereka lebih suka bermain daripada, misalnya, masuk kerja, hadir di kelas, atau mengambil obat demensia nenek dari apotek. Jadi, kemungkinan performa nilai di sekolah atau pekerjaan mereka kemungkinan besar menurun, terkecuali memang Kamu berniat menjadi Pro Player.

Masalah Hubungan dengan Pasangan

Kecanduan DotA juga bisa menjadi masalah untuk hubungan asmara. Mungkin karena DotA seperti melibatkan pihak ketiga. Ketika diberi pilihan untuk bermain DotA atau menghabiskan waktu bersama pasangan mereka, pecandu DotA kemungkinan besar akan memilih bermain DotA 2 dibandingkan dengan pasangan.

Jika kamu pernah membuka Facebook para pecandu Dota, kamu mungkin akan menemukan bahwa mereka memiliki lebih banyak screen capture gameplay daripada foto dengan pacar mereka. Begitu kecanduan, DotA mulai menjadi konflik serius dalam hubungan, pecandu akan beralih pada kerahasiaan dan melanjutkan kecanduan di belakang pasangan mereka. Kerahasiaan itu biasanya meracuni hubungan itu dan pada akhirnya mengarah pada perpisahan.

Sangat Membuat Kecanduan

Kegembiraan memainkan hero yang hebat dan membunuh banyak hero lawan dan monster di dalam game DotA akan sangat sulit untuk ditolak bahkan bagi orang biasa. Kamu akan kecanduan sensasi dan kegembiraan saat kamu bermain Dota, begitulah cara gamer online kecanduan. Kamu tidak akan pernah puas, Kamu akan selalu fokus untuk menciptakan hero terhebat dan menjadi pemain Dota terbaik. Ketika Kamu gagal, Kamu akan menghabiskan lebih banyak waktu bermain Dota, lagi lagi dan lagi.

Dota Selalu Ada di Pikiran

Bayangkan harus tidur sambil berpikir bahwa kamu masih memainkan Dota dalam pikiran kamu. Kamu mulai berhalusinasi. Ketika kamu menutup mata, Dota langsung masuk ke pikiran kamu. Yang terburuk adalah Dota menjadi satu-satunya hal yang selalu ada di pikiran kamu setiap saat.

Kamu Mulai Mendengar Suara

“First blood, killing spree, dominating, double kill, mega kill, unstoppable, wicked sick, triple kill, monster kill, God-like, beyond God-like, Holyshit!” terdengar sepanjang waktu. Suara-suara itu kamu dapatkan ketika kamu membunuh para hero. Teriakan itu mulai bermain di pikiran kamu sepanjang waktu. Setiap kali kamu mencapai sesuatu, kamu mulai berteriak, “Dominating!” Atau ketika kamu baru saja memenangkan pertengkaran dengan teman-teman kamu, kamu mulai berkata “KILLING SPREE!”

Tidak hanya kamu terdengar seperti orang aneh, kamu juga menampilkan gejala psikotik. Gejala yang sangat nyata di mana kamu menerima suara ini sebagai bagian dari diri kamu adalah ketika kamu mulai memilihnya sebagai nada dering kamu. Ayolah, siapa yang benar-benar memilih “mmmmm MONSTER KILL!” sebagai nada dering di handphonenya?

Sering Menghina atau Dihina

Sekarang, coba hitung berapa banyak dari kamu dihina “noob” berulang kali oleh pemain lain yang terus membunuh hero kamu? Alih-alih menyemangati kamu untuk bermain lebih baik, kamu pasti diperlakukan seperti seorang noob. Tidak lama, mereka akan mulai memberi tahu kamu seperti ini.

Pulang aja terus main boneka sono, Loe gak cocok maen dota blog!

“Loe cocoknya maen Mobile Legends jangan maen Dota!”

Kabar baiknya adalah, jika kamu adalah player yang cukup hebat dalam bermain dotA, kamu bisa merendahkan atau menghina pemain lain untuk menghibur diri kamu sendiri, terasa menyenangkan, tetapi sebenarnya hampa. Sebuah alasan yang cukup agar Kamu berhenti bermain DotA 2 bukan?

Tumbuhnya Ikatan Cinta yang Aneh

Kamu mulai memiliki ritual aneh yang dilakukan sebelum kamu mulai bermain Dota. Ritual itu disebut-sebut akan membantu kamu mendominasi permainan nantinya, misalnya, beberapa orang mungkin mulai mencium mouse atau keyboard mereka beberapa kali sebelum bermain DotA.

Itu adalah tanda lain dari gejala psikotik. Kamu mulai mengabaikan keluarga dan sekolah kamu. Alasannya? Kamu perlu menghabiskan lebih banyak waktu memelihara IKATAN CINTA yang baru dengan komputer. Tidak hanya itu, kamu mulai membeli aksesoris untuk PC atau komputer. Terakhir, kadang-kadang, kamu bahkan tidur bersama mereka (mouse dan keyboard) dan bersikeras bahwa mereka memiliki masalah dan takut tidur sendirian.

Dengan semua alasan di atas, silakan uninstall Dota 2 dari komputer kamu dan sekaranglah saat yang tepat untuk berhenti bermain. Mungkin Kamu memiliki alasan lain yang belum disebutkan? Berikan comment di bawah yah! Nantikan terus berita terbaru dan terupdate seputar game, anime dan gadget hanya di Kabar Games.

Alasan Mengapa Among Us Disebut Game Rapuh Oleh Pembuatnya

Di balik kesuksesannya Among Us ternyata menyimpan tanda tanya besar. Betapa tidak, game yang sedang trending di kalangan gamer ini disebut oleh pembuatnya sebagai game rapuh. Lantas mengapa Innersloth bersuara demikian?

Dalam laman resmi miliknya, pada Jumat (2/10/2020) InnerSloth mengaku bahwa awalnya Among Us memang tidak dibuat untuk menjadi game sebesar sekarang ini. Oleh karena nya sangat sulit bagi pihaknya untuk menambahkan lebih banyak hal tanpa merusak hal-hal yang ada.

Lebih jauh, bahkan saking rapuh nya game fitnah ini InnerSloth mengaku bahwa ada resiko besar yang akan terjadi jika pihaknya nekat melakukan update pada Among Us. Kemudian InnerSloth berencana akan membuat sekuel Among Us 2 namun akhirnya gagal.

“Benar-benar tidak dibuat untuk sebesar ini. Karena itu, sangat sulit untuk menambahkan lebih banyak hal tanpa merusak hal-hal yang ada. Terus terang, menakutkan untuk menambahkan lebih banyak hal, karena game ini sangat rapuh,” ujar InnerSloth.

InnerSloth dihadapkan pada pilihan yang sulit antara harus memperbaiki game Among Us 1 yang rapuh atau membuat konten baru pada Among Us 2. Pasalnya, menurut mereka membuat konten baru pada Among 2 lebih mudah ketimbang harus bug pada Among Us versi pertama.

“Ini mungkin pilihan yang lebih sulit, karena itu berarti mendalami kode inti permainan dan mengerjakan ulang beberapa bagiannya,” ucap InnerSloth.

Kendati demikian, InnerSloth mengatakan bahwa pihaknya akan berusaha memberikan peningkatan seperti gameplay menjadi lebih menarik, stage baru, dukungan buta warna hingga adanya sistem akun atau teman terhadap Among Us. Namun tentunya, semua itu membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Kami hanya perlu memprioritaskan dan mengatur semua rencana kami,” jelasnya.

Awalnya sejak resmi diluncurkan 2 tahun lalu, Among Us sepi peminat. Kesuksesan Among Us saat ini juga tidak bisa dilepaskan dengan pandemi Covid-19 yang mengharuskan orang-orang untuk berdiam lama di rumah. Akibat jarang keluar rumah, orang-orang mencari alternatif lain untuk mendapatkan hiburan, salah satunya adalah dengan bermain game.

Bagi para Youtuber, kesempatan itu tidak dilepaskan begitu saja. Mereka malah menjadikan moment ini untuk bermain game sekaligus membuatnya sebagai konten dalam channel YouTube mereka. Dan yang menjadi pilihan adalah game Among Us yang memiliki gameplay sederhana dan mudah dipahami orang lain.

Kesuksesan Among Us beberapa bulan terakhir tidak terlepas dari beberapa hal. Ada banyak fakta menarik tentang game besutan Innersloth itu. Apa saja faktanya? Berikut ulasannya.

Populer Karena Youtuber PewDiePie

Fakta menarik pertama adalah Among Us menjadi populer sejak dimainkan oleh Youtuber Gaming PewDiePie. Hal itu dikarenakan PewDiePie tidak hanya menjadikan Among Us sebagai hiburan bermain game, tetapi juga menjadikannya sebagai konten YouTube miliknya.

PewDiePie bermain sekaligus mengupload video ketika ia memainkan game Among Us dan mengunggahnya ke dalam channel YouTube-nya. Beberapa kali PewDiePie juga melakukan streaming ketika bermain Among US. Banyaknya subscriber dan viewer yang menonton video PewDiePie turut membumikan nama Among Us.

Padahal, ketika pertama kali rilis tahun 2018 silam, game Among Us sama sekali tidak populer. Bahkan hanya sedikit yang mengenalnya. Namun sejak ada video Youtuber PewDiePie tadi, Among US mulai dikenal dan populer di seluruh manca negara.

Sukses Saat Pandemi Covid-19

Sukses Saat Pandemi Covid-19

Pandemi covid-19 nyatanya tidak selalu merugikan banyak orang. Terbukti dengan suksesnya Among Us yang dimainkan banyak orang di kala pandemi covid-19. Wabah virus corona yang menyebar di seluruh dunia itu menuntut semua orang untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

Alhasil, mereka harus beraktivitas di rumah, mulai dari beribadah, bersekolah hingga bekerja. Kebosanan terus-menerus dikurung di dalam rumah membuat orang-orang untuk mencari alternatif lain untuk menghibur diri. Entah berolahraga, bernyanyi ataupun bermain game. Gameplay nya yang simpel dan sederhana menjadi pilihan orang-orang untuk mencari hiburan di kala pandemi covid-19.

Banyak Pilihan Mode Bermain

Banyak Pilihan Mode Bermain

Fakta menarik lain yang membuat Among Us menjadi populer adalah banyaknya mode bermain yang ada di dalamnya. Dalam Among Us, kamu bisa memilih ingin bermain dalam mode local/gratis atau online. Ketika kamu memilih mode bermain local, kamu bisa memainkan game fitnah ini secara gratis tanpa perlu menggunakan data.

Hanya saja, mode ini dapat digunakan dengan bermain bersama orang-orang dalam jarak dekat. Seperti diketahui, untuk memainkan Among Us, kamu membutuhkan empat sampai sepuluh orang. Jika menggunakan mode local, salah satu perangkat dari pemain harus dijadikan sebagai pusat hotspot. Sehingga nantinya semua pemain akan tersambung dalam server.

Dengan menggunakan mode local atau hotspot ini, kamu tidak harus menyalakan data atau wifi. Karena mode ini dapat dimainkan secara offline tanpa harus mengeluarkan kuota ataupun tersambung dengan jaringan wifi. Jadi kamu akan lebih hemat tentunya.

Sementara jika kamu menggunakan mode online, maka sudah pasti kamu harus menyalakan data atau menggunakan wifi. Dengan menggunakan mode online ini, kamu bisa tersambung dengan banyak orang dari seluruh dunia yang juga bermain Among Us.

Dalam mode online ini, ada tiga opsi bermain. Kamu bisa menjadi host yang bisa membuat room sendiri. Selain itu, pada opsi host kamu bisa mengatur batasan-batasan dalam permainan, seperti jumlah Impostor, speed, dan juga bahasa chat.

Ada juga opsi public. Dimana pada opsi ini kamu tinggal masuk ke dalam room yang telah dibuat oleh orang lain. Dengan opsi ini, kamu tidak perlu repot-repot membuat room dan menunggu pemain untuk masuk ke dalamnya, karena pada opsi public, biasanya akan ada berbagai room yang sudah diisi banyak pemain, kamu tinggal masuk ke slot yang kiranya masih kosong.

Terakhi ada opsi private. Opsi ini biasa digunakan oleh orang-orang jika ingin bermain bersama orang-orang tertentu saja. Dalam istilah sekarang biasa dikenal dengan Mabar (main bareng). Hal ini dikarenakan untuk masuk ke dalam room private ini, kamu diharuskan memasukkan kode untuk membukanya. Sementara yang mengetahui kode itu adalah orang yang membuatnya.

Jadi jika kamu tidak mengetahui kodenya, maka kamu tidak masuk ke dalam room private tadi. Meski disebut oleh pembuatnya sendiri sebagai game rapuh, nyatanya sekarang Among Us menjadi game terpopuler di kalangan gamer. Di tengah keterbatasan ruang dan waktu karena pandemi covid-19, Among Us menjelma menjadi sarana hiburan bagi banyak orang.

Nantikan terus informasi terupdate seputar game, gadget dan anime hanya di Kabar Games. Supaya kamu tidak ketinggalan berita, kamu bisa follow akun Instagram dan Facebook Kabar Games. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya!

Proudly powered by WordPress | Theme: Looks Blog by Crimson Themes.